Category Archives: Pengetahuan

Makalah Filsafat Ilmu

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR  BELAKANG

Pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu. Berbedanya cara dalam mendapatkan pengetahuan tersebut serta tentang apa yang dikaji oleh pengetahuan tersebut membedakan antara jenis pengetahuan yang satu dengan yang lainnya.

Pengetahuan dikembangkan manusia disebabkan dua hal utama yakni, pertama, manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua adalah kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. Secara garis besar cara berpikir seperti ini disebut penalaran.

Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu  kesimpulan yang berupa pengetahuan. Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan melalui suatu cara tertentu. Suatu penarikan  kesimpulan baru dianggap sahih (valid) kalau proses penarikannya dilakukan menurut cara tertentu tersebut. Cara penarikan kesimpulan ini disebut logika, di mana logika secara luas dapat didefinisikan sebagai “pengkajian untuk berpikir secara sahih”.

Pengetahuan banyak jenisnya, salah satunya adalah ilmu. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang objek telaahnya adalah dunia empiris dan proses pendapatkan pengetahuannya sangat ketat yaitu menggunakan metode ilmiah. Ilmu menggabungkan logika deduktif dan induktif, dan penentu kebenaran ilmu tersebut adalah dunia empiris yang merupakan sumber dari ilmu itu sendiri.

(lebih…)

Iklan

Filsafat

Sejarah dan Pengertian Filsafat

Filsafat dalam bahasa Inggris, yaitu Philosophy, adapun istilah Filsafat berasal dari bahasa Yunani, Philosophia, yang terdiri atas dua kata: Philos (Cinta) atau Philia (Persahabatan, tertarik kepada) dan Shopia (Hikmah, Kebijaksanaan, Pengetahuan, Keterampilan, Pengalaman Praktis, Inteligensi). Jadi secara Etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran.

Orang yang memahami filsafat dikenal dengan filosof. Manusia filosofis adalah manusia yang memiliki kesadaran diri dan akal. Sebelum Socrates, ada sekelompok yang menyebut mereka shopist yang berarti cendekiawan. Dan kelompok ini dikenal sesat karena hujah-hujah yang keliru dalam penarikan kesimpulan mereka.

Filsafat dibagi dua yaitu:

  1. Filsafat teoritis yang mencakup:
    1. Ilmu pengetahuan alam
    2. Eksakta dan matematika
    3. Ilmu ketuhanan dan metafisika
    4. Filsafat praktis yang mencakup:
      1. Norma-norma
      2. Urusan rumah tangga
      3. Sosial politik

      (lebih…)

Analisis Uji Konstitusional Undang-Undang No.44 Tahun 2008 Tentang Pornografi

  1. Latar Belakang

Dari awal, UU Pornografi telah memunculkan kontroversi sejak masih bernama RUU Anti-Pornografi dan Pornoaksi. Opini dalam masyarakat terbelah, yang jika disederhanakan dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian, yaitu: (1) Kelompok yang mendukung RUU Pornografi; (2) Kelompok yang menentang adanya aturan pornografi dan pornoaksi; dan (3) Kelompok yang mendukung adanya regulasi tentang pornografi tapi menolak aturan seperti yang tercantum dalam RUU maupun UU Pornografi.[1]

Opini masyarakat tersebut kemudian berkembang lebih jauh dan diwujudkan dalam bentuk aksi pengerahan massa, baik itu berupa demonstrasi maupun aksi damai, misalnya melalui pentas seni. Kelompok kedua dan ketiga cenderung bergabung dalam menyuarakan aspirasinya untuk menentang RUU Pornografi. Kelompok ini sebagian besar didukung oleh aktivis HAM, aktivis perempuan, aktivis kebebasan beragama, dll. Sedangkan kelompok yang mendukung RUU Pornografi didominasi oleh kelompok Islam, seperti HTI, FPI, FUI dll.

Dalam proses pembahasannya di DPR, RUU Pornografi juga diwarnai kontroversi. Saat akan disahkan menjadi undang-undang, Fraksi PDIP, Partai Damai Sejahtera, dan dua orang anggota Fraksi Partai Golkar yang berasal dari Bali melakukan walk-out. Namun demikian, RUU ini tetap disahkan oleh DPR dan kemudian ditandatangani oleh presiden.

(lebih…)